Postingan

Menampilkan postingan dengan label Upacara

Makna Upacara Upanayana (HINDU)

Gambar
1. Pengertian Menurut kamus Agama Hindu, Upanayana : Upacara penyucian murid yang baru belajar Weda yang dilakukan oleh seorang Guru. Dalam Kitab Sathapatha Brahmana dijelaskan : Bahwa seorang Acharya meletakkan telapak tangannya di ubun-ubun anak itu sebagai simbol persatuan dan pencurahan seluruh personalitenya kepada murid-muridnya dan setelah itu barulah diajarkan mantra sawitri untuk menjadikannya sebagai seorang brahmana.(konsep-konsep śraddhā agama Hindu). Upanayana artinya mendekatkan, saat itu si anak didekatkan dengan gurunya yaitu Guru spiritual. Sang Guru mengenakannya benang suci yang disebut Yajnopawita dan mentasbihkannya dengan pemberian mantra Gayatri dan sebuah tongkat. Ini merupakan permulaan dari Brahmacarya yaitu kehidupan membujang dan mulai kehidupan belajar. (Intisari ajaran Hindu, Paramita Surabaya, 2003). Upanayana yaitu upacara ini siap dimana seorang anak untuk pertamakalinya diterima untuk masuk berguru pada seorang Guru spiritual. Umur anak itu dihitung se...

Ini Manfaat Puasa Ekadasi Bagi Hindu

Gambar
PUASA EKADASI Masih banyak umat Hindu di Indonesia tidak mengenal adanya aturan puasa dalam Veda. Mereka sering kali beranggapan bahwa puasa adalah tirakat yang dilakukan untuk memperoleh kesaktian batin dan memperoleh anugrah-anugrah gaib tertentu, sehingga tidak banyak umat Hindu yang melakukan puasa secara rutin. Jika umat Islam melakukan puasa sebulan penuh sesuai dengan sunah nabi mereka, lalu bagaimana dengan Hindu? Dalam kitab suci Veda sebenarnya terdapat banyak aturan-aturan yang membahas tentang puasa dan jenis-jenisnya. Puasa tidak hanya sekedar latihan pengendalian diri, tetapi juga ditujukan untuk memperingati momen-momen tertentu. Bahkan menurut beberapa sumber, pada dasarnya puasa menurut Veda juga menghasilkan phala (buah perbuatan) tertentu yang meskipun dalam banyak sloka-sloka Veda selalu ditegaskan bahwa kita tidak boleh terikat pada hasil tersebut. Salah satu hari untuk melakukan puasa yang paling dikenal dan diterapkan oleh pemeluk Veda di seluruh dunia adalah pua...

makna upacara 7 bulan agama hindu

Gambar
Upacara Megedong – Gedongan adalah upacara yang dilakukan untuk bayi yang masih ada dalam kandungan ibunya, Megedong – Gedongan termasuk dalam Manusa Yadnya. Agama Hindu khususnya di Bali tak bisa lepas dari upacara, upacara dalam agama Hindu disebut Yadnya. Yadnya terdiri dari 5 macam yang biasa disebut Panca Yadnya, yaitu : Dewa Yadnya : Upacara suci yang dipersembahkan untuk dewa-dewi, Tuhan Yang Maha Esa. Bhuta Yadnya : Upacara suci yang dilakukan untuk menyucikan alam beserta isinya. Manusa Yadnya: Upacara suci yang dilakukan pada manusia. Pitra Yadnya : Upacara suci yang dipersembahkan kepada roh leluhur. Rsi Yadnya : Upacara suci yang dilakukan untuk para orang suci umat Hindu. Masing-masing Yadnya tersebut memilik bagian-bagian lagi. Untuk upacara yang termasuk Manusa Yadnya mulai dari Megedong-Gedongan, Otonan, Tiga Bulanan, Metatah (potong gigi), Pawiwahan (pernikahan) dan lainnya. Pelaksanaan upacara Megedong – Gedongan adalah ketika kehamilan berumur 7 bulan Bali (1 bulan B...

INI MAKNA DAN SEJARAH TARI PENDET

Gambar
Kalau berbicara tentang sejarah tari pendet dan makna tari pendet yang memungkin kita sudah mengenalnya, maka tidak terlepas dari asal usul seni budaya bali yang berasal dari Bali ini. Bali merupakan salah satu propinsi yang tersoroh dengan keanekaragaman kebudayaan dan eksotisme tempat wisata yang dimilikinya. Bali mempunyai beberapa kesenian tari yang sudah mendunia popularitasnya. Selain Tari Kecak, Tari Pendet merupakan salah satu kesenian yang sudah tak asing lagi bagi para pelancong lokal maupun manca negara. Tari ini secara rutin dipentaskan dan menjadi hiburan bagi para wisatawan. Mengenai makna tari pendet, tari ini menceritakan tentang dewi-dewi yang turun kahyangan ke bumi. Para penari pendet yang merupakan para putri ini berdandan layaknya para penari upacara keagamaan, busana yang dikenal adalah pakaian upacara masig-masing penari membawakan perlengkapan sesaji persembahyangan seperti Sangkuh (wadah air suci), kendi, cawan dll.selain itu  Tari Pendet sendiri merupakan ...

Ini Makna dan Lambang dalam Perkawinan (HINDU)

Gambar
Umat Hindu mempunyai tujuan hidup yang disebut Catur Purusa Artha yaitu Dharma, Artha, Kama dan Moksa. Hal ini tidak bisa diwujudkan sekaligus tetapi secara bertahap. Tahapan untuk mewujudkan empat tujuan hidup itu disebut dengan Catur Asrama. Pada tahap Brahmacari asrama tujuan hidup diprioritaskan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan (Dharma). Grhasta Asrama memprioritaskan mewujudkan artha dan kama. Sedangkan pada Wanaprasta Asrama dan Sanyasa Asrama tujuan hidup diprioritaskan untuk mencapai moksa. Perkawinan atau wiwaha adalah suatu upaya untuk mewujudkan tujuan hidup Grhasta Asrama. Tugas pokok dari Grhasta Asrama menurut lontar Agastya Parwa adalah mewujudkan suatu kehidupan yang disebut "Yatha sakti Kayika Dharma" yang artinya dengan kemampuan sendiri melaksanakan Dharma. Jadi seorang Grhasta harus benar-benar mampu mandiri mewujudkan Dharma dalam kehidupan ini. Kemandirian dan profesionalisme inilah yang harus benar-benar disiapkan oleh seorang Hindu yang ingin menem...